Anak Indonesia Asli

Home » Cerita » Kejadian Malam Jumat

Kejadian Malam Jumat

Waktu itu sehabis rapat admin IBS kami berlima, Aku, Agung, Pepe, Subhi, Gavin pergi untuk cari makan malam di suatu tempat. Pertama seperti biasa, ‘bingung dewe-dewe’. Lalu Agung ngajak beli nasgor di Semolowaru. Dan akhirnya berangkatlah kamu berlima. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Tanpa basa-basi langsung berangkat dan pada waktu itu saya satu satunya yang tidak bawa helm. Pikir saya udah jam sepuluh mana mungkin ada operasi polisi. Kami berangkat lewat perumahan galaxy, terus menuju jalan utama Semolowaru, ke barat terus dan sampailah di warung nasgor. Sambil nunggu, aku mbaca harian Jawapos tentang kemajuan dunia medis dunia timur. Wah, ternyata ada juga rumah sakit yang mirip mall dan hotel bintang 5. Minum pun datang disusul dengan nasi gorengnya. ternyata emang banyak nasgornya, gak rugi ngeluarin uang sedikit lebih banyak dibanding beli nasgor di Keputih, harganya 6 rebu. Nyam…

Abis nyelesein kuras menguras nasi di piring, anak-anak pengin liat penjual kerak telor, masih buka apa tidak. Dan kita meluncurlah ke barat. Ada perasaan g enak waktu itu. Coba tebak apa? Ternyata malam-malam begini masih ada operasi polisi. wakakakak… lucu (eh tepatnya bukan lucu, kaget coy).

Aku berhenti bentar lalu nerusin ke barat dengan teman-teman. Karena jalan yang kami lewati adalah jalan boulevard dan polisi melakukan operasi di jalan ke arah timur, aku pun sementara aman(tapi dalam hati gelisah, ‘mulihe ngko liwat endi..’). Akhirnya dapat akal kalo ada jalan di sampingnya Untag. Dalam hati aku merasa lega. Perjalanan lanjuuuuttt. Setelah memastikan bahwa penjual kerak telor emang ga’ jualan, kami kembali ke timur dan melewati jalan samping Untag, ternyata portalnya tutup. Wah apes ini. Malam-malam lagi. Sambil ‘keweden’, aku yang waktu itu tinggal bertiga dengan Subhi dan Agung menggunakan 2 motor semakin g jelas mau lewat jalur mana. Dan akhirnya muncul kalimat, “Gobloge….. Lapo g ket mau ae”. Subhi tak suruh make motorku, lalu Agung sendirian, karena waktu itu yang make helm Agung dan Subhi. Perjalanan pun lanjut dengan aku di belakang Subhi (dibonceng). Setelah tampak dekat operasi polisi tadi, lalu Subhi tak suruh berhenti dan aku jalan kaki. Subhi dan Agung pun meluncur ke timur menggunakan dua motor Jupiter hitam yang ketika baru sama persis, tapi punyaku kini sudah ‘buluk’. Agug da Subhi pun sudah jauh meninggalkan aku yang jalan kaki. Eh dasar apes, ternyata yang kukira polisi tadi tukang parkir warung, dalam hati aku teriak ‘KURANG AJAAAAAAR!!!!!’. Ternyata tempat operasi polisi masih juauh. hampir satu kilo. Hahahahaha, memang saatnya jalan kali, masak kemana-mana pake motor terus, sekalian aja olahraga. Hufh, jauh paaaaakkk. Akhirnya setelah lewat operasi polisi perjalanan lanjut dengan aq tetap dobonceng Subhi


4 Comments

  1. Asop says:

    =))=))=))=))

    Kok isa keleru tukang parkir karo polisi?? ^o^

  2. fuad148 says:

    sama-sama pake lampu yang seperti pentungan itu lo merah2… dan pake sempritan, jadinya y tak kira polisi..

  3. triscamahendra says:

    heh…gag aneh kali, aku kae mulih teko royal wes meh tengah malem ngunu yo enek cegatan silup…..emang, rodo kurang pegaweyan…

  4. fuad148 says:

    y kagetq aq g nggawe helm, jajal lek nggawe helm, aq g bakal kaget, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: