Anak Indonesia Asli

Home » Artikel » SOFTWARE DEVELOPMENT LIFE CICLE

SOFTWARE DEVELOPMENT LIFE CICLE

Rad Model

(Rapid Application Development) RAD Model lebih cocok untuk dikategorikan ke dalam kategori incremental model. Hal ini beralasan karena RAD model walaupun pada awalnya mempunyai bentuk sekuensial model akan tetapi dimodifikasi agar proses development-nya dapat dipercepat dengan menggunakan component based yang merupakan ciri dari incremental model. Maksud dari component based pada RAD ini adalah agar proses pengerjaan dapat dipercepat dengan cara membagi program menjadi bagian-bagian terkecil yang tiap bagian tersebut ada tim tersendiri yang bertanggung jawab.
Ilustrasi dari RAD model dapat dilihat pada gambar 1.

rad.jpg

 gambar 1

Untuk lebih jelasnya pendekatan langkah-langkah dari RAD adalah :

1.    Business Modelling
Pada proses ini akan dikonsentrasikan dalam merancang dan menentukan seluk beluk informasi-informasi yang akan diproses oleh aplikasi yang akan dibuat secara mendasar. Biasanya proses ini digunakan untuk menjawab pertanyaan jenis informasi apa yang dipakai dalam aplikasi tersebut, siapa yang menciptakan informasi tesebut, siapakah yang memproses informasi tersebut dan lain sebagainya.

2.    Data Modelling
Informasi-informasi yang telah didefinisikan oleh langkah pertama akan diklasifikasikan ke dalam objek-objek yang dibutuhkan. Selain itu, objek-objek yang ada juga harus ditetapkan atribut-atribut yang ada di dalamnya dan juga menetapkan hubungan di antara objek-objek tersebut.

3.    Process Modelling
Objek-objek yang dihasilkan oleh langkah sebelumnya akan dibentuk agar dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan agar proses bisnis atau tujuan aplikasi dapat berjalan.

4.    Application Generation
Pada tahap ini pengimplementasian aplikasi dalam bentuk pemrograman dimulai. Pada tahap ini idealnya pengimplementasian dari tahap ini adalah dengan menggunakan teknik generasi keempat. Dalam banyak kasus penggunaan tools amat membantu. Dalam RAD model banyak dari komponen-komponen program merupakan komponen yang sudah ada sehingga hanya tinggal memakai saja ataupun mengubah yang dianggap perlu.

5.    Testing & Turnover
Pada tahap ini proses pengecekan kesalahan dimulai. Apabila dalam langakh sebelumnya banyak menggunakan komponen-komponen yang sudah ada maka proses testing dapat lebih cepat karena komponen yang sudah ada tersebut sudah pernah di uji cobakan pada proses sebelumnya sehingga lebih menghemat waktu pada tahap ini.

Concurent Development Model

Model perkembangan konkuren atau disebut juga rekayasa konkuren digambarkan oleh Davis dan Sitaram.

 concurent.jpg

Model  proses yang konkuren dapat disajikan secara skematis sebagai sederetan aktivitas teknis mayor, tugas-tugas, dan keadaannya yang lain. Contohnnya aktivitas rekayasa yang dibatasi untuk model spiral dipenuhi dengan melakukan tugas-tugas sebagai berikut : prototiping, dan atau permodelan analisis, spesifikasi kebutuhan, dan rancangan.
Gambar di atas memberikan representasi skematis dari aktivitas di dalam model proses yang konkuren. Aktifitas analisis bisa berada dalam salah satu dari keadaan-keadaan yang dicatat pada saat tertentu. Dengan cara yang sama, aktivitas yang lain (desain atau komunikasi pelanggan) dapat direpresentasikan dalam sebuah sikap yang analog(menunjukkan persamaan). Semua aktifitas ada secara konkuren(bersamaan) tetapi dia tinggal di dalam keadaan yang berbeda. Contohnya, di awal proyek, aktivitas komunikasi pelanggan telah melengkapi iterasi pertamanya dan berada di dalam keadaan menunggu perubahan. Aktifitas analisis (Yang ada di dalam non state sementara komunikasi pelanggan inisial dilengkapi) sekarang membuat sebuah transisi ke dalam keadaan di bawah perkembangan. Tetapi,  jika pelanggan menunjukkan bahwa perubahan kebutuhan harus dibuat, maka aktifitas analisis bergerak dari keadaan di dalam perkembangan ke dalam keadaan menunggu perubahan.

 

Win Win Spiral Model

Win-win sipral model merupakan bentuk modifikasi dari spiral model  yang biasa. Modifikasi ini dianggap perlu karena pada spiral model yang biasa proses pemerolehan requirement dianggap hanya sekali dan klien dianggap dapat memberikan detail-detail yang diperlukan sebagai landasan dari aplikasi yang diminta secara searah. Akan tetapi, pada kenyataanya perlu adanya negosiasi antara developer dan klien agar dapat dicapai kesepakatan mengenai harga dan tenggat waktu pengerjaan sehingga dapat seimbang dengan performa, fungsi dan karakteristik dari aplikasi yang akan dibuat.
Kata win-win pada model ini lebih mengacu pada proses negosiasinya. Dan seperti halnya spiral model biasa, proses negosiasi ini dilakukan setiap awal iterasi dari spiral. Ilustrasi dari win-win spiral model dapat dilihat pada gambar 2.

 win-win.jpg

gambar 2

Perbedaan mendasar pada spiral model dengan win-win spiral model adalah pada metode kesepakatan awalnya. Pada spiral model biasa proses komunikasi dari konsumen dilakukan secara searah, maksudnya developer hanya menerima order dari klien dengan asumsi bahwa konsumen telah mempunyai tawaran yang tidak dapat diganggu gugat. Akan tetapi pada win-win spiral model proses komunikasi di awal iterasi dilakukan secara negosiasi sehingga pihak klien dan developer mendapat kesepakatan yang tidak berat sebelah.

Perbedaan iteratif dan incremental model

Pada model iteratif proses pengembangan software dilakukan secara berulang dengan catatan perulangan setelahnya merupakan pengembangan dari perulangan sebelumnya sehingga diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih baik. Bentuk dasar dari iteratif model diilustrasikan oleh gambar 3.

 iteratif.jpg

gambar 3

Sedangkan pada model incremental proses pengembangan software dipercepat dengan cara membagi aplikasi menjadi bagian-bagian tertentu yang akhirnya dikerjakan secara modular oleh tim-tim yang telah dibentuk. Tiap tim bertanggung jawab terhadap bagian yang diberikan kepada tim tersebut. Bentuk dasar dari incrementasl model diilustrasikan pada gambar 4.

incremental1.jpg

gambar 4


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: