Anak Indonesia Asli

Home » 2008 » February

Monthly Archives: February 2008

Advertisements

Trojan dari Frame Digital

Hati-hati membeli digital photo frame. Sebab, baru-baru ini ditemukan varian baru virus Trojan Horse asal Tiongkok pada penampil gambar elektronik tersebut. Virus bernama Mocmex itu men-download file dari berbagai lokasi dan menyembunyikan file dalam PC yang diinfeksinya secara random.Virus otomatis tersebar begitu digital photo frame yang terinfeksi terhubung PC. Ngerinya lagi, virus ini mampu mengenali dan mem-block perlindungan lebih dari seratus jenis antivirus! Termasuk sistem perlindungan dan firewall dalam Microsoft Windows.
Kabarnya, Mocmex telah tersebar di Singapura dan sebagian Rusia, ditemukan dalam digital photo frame yang banyak dibeli untuk hadiah Natal. Para ilmuwan sendiri belum menemukan bagaimana malware tersebut bisa ada dalam digital photo frame yang baru dijual di toko.

Namun, mereka mencurigai pembuat Mocmex akan melakukan serangan yang skalanya lebih besar di masa mendatang. Sebab, Mocmex mampu mencuri informasi personal, seperti PIN dan password. (rum/bs/kkn)

Jawapos, 19 Pebruari 2008

Advertisements

Era Baru Evolusi Software

Aspect Oriented Programming

Pemrograman berorientasi objek kini sudah sangat popular dalam dunia rekayasa perangkat lunak. Dengan menggunakan 3 konsep utama, Encapsulate(Enkapsulasi), Inheritance(Penurunan), dan Polymorphic. Ketiga konsep ini menjadi landasan kuat pada pemograman beroriantasi objek yang dapat menigkatkan readability (mudah dibaca dan dipelajari), reusability (mudah dikegunakan kembali), dan dekomposisi permasalahan (pemodulan). Object menjadi kunci utama keberhasilan OOP karena mengurangi tingkat kompleksitas dalam pemrograman dan memungkinkan maintenance yang relatif lebih mudah terhadap perangkat lunak itu sendiri. Namun, masalah muncul jika di dalam object-object atau kelas-kelas yang berbeda terdapat suatu aspek tertentu yang unik. Untuk mengubah suatu aspek dari perangkat lunak yang dibangun, maka beberapa object dan definisi kelas harus dimodifikasi. Hal ini dapat menjadi suatu masalah yang cukup mengganggu, terutama dalam menangani perangkat lunak yang kompleks dan berskala besar. Kemudian dikenal istilah Tangling, yang artnya dalam suatu objek terdapat aspek lain dari objek itu sendiri, sebagai contoh pada objek bisnis terdapat penanganan loging. Adapula scattering yang artinya, beberapa aspek yang sama muncul pada setiap layer/modul. Dan kedua hal ini cenderung sering muncul secara bersamaan.

Kemudian muncullah Aspect-Oriented Programming, dimana metode ini menyusun masalah-masalah kedalam satuan unit yang disebut aspek. Secara garis besar AOP merupakan metode pemograman yang menghadirkan konsep untuk memotong silang (crosscut) permasalahan tangling dan scattering. Tangling dalam artian bawa terdapat hal-hal lain didalam suatu Object yang sebenarnya tidak berhubungan langsung, namun hanya merupakan technical concerns semata. Sedangkan scattering lebih kepada pengkodean yang muncul pada banyak tempat, sebagai contoh kode program untuk akses user password yang bisa terjadi pada beberapa layer. Kedua hal diatas, telah menyebabkan source code menjadi tidak bersih dan tidak independent. Untuk itulah dibutuhkan madul yang dapat melakukan crosscutting concern terhadap permasalahan diatas, inilah yang dinamakan Aspect. Sebagai contoh, security dapat dikatakan sebuah aspect, tanpa merusak design asli dari system. Maka dalam hal ini Aspek dapat dikatakan sebagai suatu modul yang meng-enkasulapsi perilaku yang mempengaruhi kelas-kelas (dan object-object) tertentu. Dengan AOP, tiap aspek dapat dijabarkan sebagai unit-unit yang terpisah dan kemudian disatukan oleh Aspect Weaver(sebagai kompilasi). Bila kita bandingkan dengan Object-Oriented Programming (OOP), security dijadikan sebagai sebuah class, dan tidak dapat digunakan crosscutting concern, AOP sendiri merupakan penyempurna dari metode OOP tersebut.

Salah satu implementasi dari AOP ialah pada pemrograman Java dengan AspectJ, pada C/C++ dengan AspectC, AspectNet untuk C# dan .Net dan beberapa macam lainnya. Pada pelatihan ini digunakan implementasi dengan bahasa Java, yaitu AspectJ. Aspect adalah cara memodularisasi crosscutting concerns seperti cara memodularisi concern pada OOP. AspectJ menambahkan kepada Java dengan suatu konsep, yang disebut join point (dari crosscutting concerns) dan menambahkan beberapa konstraktor baru seperti pointcut, advice, inter-type declaration, dan aspect. Pointcut dan advice secara dinamic mempengaruhi program flow. Declarasi inter-type secara statis mempengaruhi hirarki kelas program. dan aspect meng-encapsulasi beberapa konstruktor baru tersebut. Dalam setiap modul aspect (pada Java) akan dikenal adanya Join Point, Pointcuts, Advice, inter-type declarations dan aspect sebagai program itu sendiri.

Sebuah join point dideklarasikan dengan baik dalam program flow. Sedangkan pointcut akan mengambil join point dan nilai dari point tersebut. Suatu potongan advice adalah kode yang dieksekusi manakala suatu join point dicapai. Kedua komponen ini disebut sebagai komponen dinamik dari AspectJ. AspectJ juga mempunyai jenis deklarasi Intertype yang membolehkan programmer untuk memodifikasi stuktur program statik, yakni anggota dari kelas dan hubungan antar kelas. Aspect dari AspectJ adalah unit modularitas untuk suatu crosscutting concern. Aspect ini bersifat seperti kelas java pada umumnya, yaitu termasuk pointcut, advice, dan deklarasi inter-type.

Grid Computing

Grid computing merupakan bentuk komputasi paralel yang berbasis jaringan antar perangkat komputer yang tersambung melalui interface jaringan konvensional seperti ethernet. Kelebihan utama dari system grid adalah tiap computer yang terhubung dalam jaringan dapat memproduksi hasil yang serupa dengan multiprocessor pada supercomputer, sehingga dari segi biaya dapat lebih murah daripada harus membeli sebuah supercomputer sendiri. Akan tetapi kekurangan yang paling mendasar adalah bahwa kecepatan koneksi yang dipakai oleh grid (biasanya adalah menggunakan interface ethernet) jauh lebih lambat daripada kecepatan bus komputer pada superkomputer.

Perbedaan yang amat mencolok antara Grid Computing dengan super komputer adalah mengenai masalah sentralisasi. Pada metode super computer, sumber daya yang ada berpusat pada satu tempat yaitu di tempat mesin itu berada sehingga system ini tidak akan berjalan apabila satu-satunya sumber daya tersebut mati. Hal ini berbeda dengan metode Grid Computing karena sumber daya yang ada menyebar sehingga apabila ada satu sumber daya (node) yang mati maka tugas yang masih belum terselesaikan akan dibagi ke dalam node-node yang masih hidup sehingga keberlangsungan dari sistem lebih terjamin.

Penjelasan mengenai arsitektur model dari grid computing itu sendiri tercantum pada gambar 1.

 

untitled.jpg


Web 3.0

 

Ingin melihat akan seperti apa perkembangan web di masa depan, maka Web 3.0 adalah jawabannya. Terobosan ini merupakan bukti bahwa teknologi  World Wide Web selalu berkembang.
Dunia maya (baca: Internet) telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia dewasa ini. Semakin banyak orang yang menggantungkan perkembangan informasinya kepada Internet, sehingga teknologi yang dipergunakan dalam pembangunan sebuah situs web pun terus berkembang.
Dari era pertama web dikembangkan (Web 1.0), dimana pengunjung hanya bisa mencari (searching) dan melihat-lihat (browsing) data informasi yang ada di web, kemudian bergeser pada era pengembangan web kedua (Web 2.0) di mana pengunjung mulai dapat melakukan interaksi dengan diatur oleh sistem yang ada pada web.
Jenis interaksi yang dapat dilakukan pada era kedua ini antara lain untuk saling bertukar informasi (sharing), eksploitasi informasi, dan juga pembuatan komunitas-komunitas online seperti yang marak saat ini, seperti Friendster, Multiply, YouTube, dan lain-lain. Masing masing komunitas ini mempunyai kepentingannya sendiri dalam saling bertukar data maupun informasi yang mereka himpun.
Dalam era inilah sebenarnya interaksi sosial dalam dunia maya mulai dikembangkan. Dan mulai dari era ini pulalah ide untuk mengembangkan aspek sosial sebuah web mulai dipikirkan.
Aspek sosial yang dimaksud, terutama adalah aspek interaksi. Bagaimana sebuah web dapat memberikan sebuah interaksi sesuai dengan kebutuhan informasi setiap pemakaianya, merupakan sebuah tantangan utama dikembangkannya versi Web 3.0 ini.
Walaupun hanya bersifat virtual 3D, namun ternyata banyak yang mengharapkan perkembangan teknologi web ini dapat memenuhi kebutuhan setiap bidang informasi, bahkan setiap orang yang mengunjunginya.
Jika dianalogikan dalam kehidupan nyata, masyarakat kini ingin diperlakukan seperti seorang pengunjung butik dalam mendapatkan apa yang diinginkannya. Bukan seperti pengunjung supermarket yang dibiarkan mencari dan mendapatkan sendiri barang yang dinginkannya. Pengunjung sebuah web ingin dimengerti kemauannya oleh ‘toko’ penyedia informasi (dalam hal ini website).
Inilah yang dimaksud dengan tantangan bagaimana sebuah web dapat mengerti dan membantu pengunjung dalam berinteraksi dengan semua informasi yang ada. Sehingga tak mengherankan jika kemudian ciri dari pengembangan web generasi ketiga ini adalah web yang bersifat ‘nyata’, benar-benar ada interaksi yang terjadi, kemudian dapat memberikan arahan atau ‘anjuran’ kepada pengunjung dalam mendapatkan informasi yang diharapkannya, dan tentu saja juga tetap bersifat ‘provide’ atau mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan.
Web 3.0 sendiri merupakan sebuah proyek pengembangan semantic web, yaitu sebuah sistem web yang dapat melacak setiap kaitan dari kata-kata yang terangkai, berkaitan dengan arti setiap kata yang dipakai. Tujuannya tentu saja agar web dapat menjadi media umum untuk bertukar informasi melalui dokumen-dokumen yang bahasanya dapat dimengerti oleh sistem, sehingga para pengunjung web dapat dengan mudah mencari data yang tepat atau minimal berkaitan dekat dengan apa yang kita maksud.
Web 3.0 sendiri merupakan sebuah realisasi dari pengembangan sistem kecerdasan buatan (artificial intelegence) untuk menciptakan global meta data yang dapat dimengerti oleh sistem, sehingga sistem dapat mengartikan kembali data tersebut kepada pengunjung dengan baik.
Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D.
Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik nafas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.

Menghilangkan atribut Hidden dan Super Hidden

Ni sebenarnya juga g penting buat yang sudah tau, tapi apa salahnya diulang-ulang biar yang g tau bisa ngerti apa yangharus mereka perbuat. Tips lain untuk menghilangkan atribut hidden dan superhidden pada drive harddisk ataupun flashdisk. Lakukan pada CommandPrompt dan tujukan perintah pada drive yang akan dikembalikan file atau folder yang yang ter-hidden. Lakukan perintah “attrib –s –h /s /d” kemudian tekan enter.

attrib.jpg

PETUNJUK UNTUK MENGEMBALIKAN SETTING FOLDER OPTION PADA REGISTRY

Sebenarnya, saya sudah memosting petunjuk ini pada beberapa bulan yang lalu. Namun masih saja banyak orang awam yang sampai saat ini sangat kebingungan apabila registry windows-nya berantakan setelah terkena virus Trojan dan semacamnya. Ini hanya trik untuk menormalkan kembali setting registry ketika folder-folder secara default terhidden dan ketika folder option dikembalikan ke keadaan semula akan kembali pada default don’t show hidden file and folder ataupun hide protected operating system files. Hal ini bias dikembalikan dengan sedikit sentuhan pada registry. Caranya, kembalikan setting nilai default pada registry. Silakan buka menu regedit pada system, dengan cara buka run pada start menu, kemudian tekan button run, setelah itu tulis text ‘regedit’ dan kemudian akan muncul window “Registry Editor”. Secara berturut-turut buka HKEY_LOKAL_MACHINE => SOFTWARE => Microsoft => Windows => CurrentVersion => Explorer => Advanced => Folder. Kemudian buka satu persatu, Hidden => NOHIDDEN, setting kembali value nya, pertama bagian CheckedValuepastikan bernilai 2, kemudian DefaultValue pastikan bernilai 2.

nohidden.jpg
Kemudian setiing padabagian SHOWALL dengan menyetting kembali nilai CheckedValue, pastikan bernilai 1, sedangangkan DefaultValue pastikan bernilai 0.

showall.jpg
Kemudian buka bagian HideFileExt untuk menyetting default value file extention. Setting bagian CheckedValue, pastikan bernilai 0. Kemudian DefaultValue, pastikan bernilai 0. Dan pada UncheckedValue, pastikan bernilai 1.

hidefileext.jpg
Kemudian yang terakhir, kita akan mengembalikan kondisi system file. Setting pada bagian SuperHidden. Lakukan setting dengan nilai seperti HideFile Ext, dimana pada CheckedValue bernilai 0, DefaultValue bernilai 0 dan pada UncheckedValue bernilai 1.

superhidden.jpg
Cukup simple dan mudah-mudahan berguna. Setting folder option anda akan kembali seperti semula.

MUKA PSSI DITARUH MANA??

Apakah PSSI ini nggak tau malu??Apakah PSSI ini nggak punya harga diri?? Hoe… para pemegang tampuk pimpinan PSSI, nggak patut anda memimpin PSSI. Daripada anda tetap memimpin, lebih baik PSSI dibubarkan saja. Nggak liat kah dosa-dosa anda?? Nggak liatkah kesalahan demi kesalahan telah anda perbuat??Nggak punya otak atau ingatan kah anda sampai pelajaran demi pelajaran, pengalaman demi pengalaman tidak dijadikan acuan dalam mengambil keputusan di masa yang akan datang. Hoe anda yang merasa… Segera perbaiki diri anda….. Ini tidak sekedara opini saya. Saya kira sudah banyak orang seperti saya yang kesal pada anda-anda. Hoe kalau masih mau dianggap. Uruslah kasus JakMania. Aku selaku Aremania merasa kesal dengan perlakuan anda, apakah anda tetap ngotot menghuku Aremania???Mengapa supporter tim-tim luar Jakarta selalu menjadi anak tiri??Saya tidak mengkambinghitamkan Jakmania, tpi ini fakta. Banyak hal lain yang membuat kredibilitas anda saat ini telah tidak dihargai… Kalau anda merasa, cepatlah anda turun..!!!!!!!

Nikmatnya Menjadi Seorang Pemimpin

Banyak orang akan menolak jika status orang nomer 1 akan disematkan pada dirinya jika mengetahui bahwa organisasi yang akan dihadapinya adalah sebuah organisasi sosial non profit. Hal tersebut sangat alamiah dan sangatlah lumrah. Namun sebenarnya di balik semua itu lebih banyak manfaat yang akan bisa dipetik. Selain mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, seorang pemimpin akan lebih banyak dikenal dan mengenal orang. Itu merupakan manfaat terpenting yang bisa didapatkan seorang pemimpin. Suatu kenikmatan yang sangat besar ketika banyak orang mempercayai dan memperhatikan gerak gerik kita. Seolah-olah semua tindakan tidak ada yang tanpa perhatian seseorang, walaupun akan menguras banyak sms sih…

Bermula dari itu, saya berpesan melalui pengalaman saya bahwa menjad seorang pemimpin itu banyak manfaatnya. Maka jika anda dipercaya untukmenjadi seorang pemimpin harusnya langsung diterima sdan sangat bersyukur bisa mendapatkannya.
Terus terang, untuk mendapatkan hal tersebut sangatlah langka dan cukup sulit

Blunder Terburuk Kiper Timnas

Blunder yang dilakukan oleh Markus Horison di Final delapan besar Liga Indonesia merupakan catatan terburuk yang ditorehkan oleh kiper berlabel nomor 1 di Indonesia. Seakan mengulang blunder ketika Timnas berhadapan dengan Suriah di Pra Piala Dunia 2010, raut muka Markus langsung tak jelas. Tampak sekali wajah penuh penyesalan yang keluar. Kejadian bermula ketika PSMS tertinggal oleh gol Keith Kayamba Gumbs di menit 107 melalui servis sepak pojok. Situasi tersebut membuat para pemain PSMS yang saat itu bermain dengan 10 orang sejak menit 43 terpukul. Kejadian bermula ketika papan skor menunjukkan keunggulan 2-1 untuk Sriwijaya FC dan menit telah menunjukkan bahwa pertandingan akan berakhir 6 menit lagi, markus mengambil keputusan untuk maju ke Petak Penalti Ferry Rotinsulu untuk membantu teman-temannya berebut bola. Alih-alih mencetak gol, bola tak mendekat ke dirinya, malah-malah PSMS terkena serangan balik dan Zah Rahan yang ketika itu sendirian di sayap kanan langsung menceploskan bola ke gawang Markus Horison yang masih berlari di tengah lapangan. Dengan blundernya itu, para penonton televisi di rumah telah dikecewakan dengan hilangnya 6 menit yang menarik.