Anak Indonesia Asli

Home » 2007 » December

Monthly Archives: December 2007

Advertisements

HASIL UNDIAN BABAK KNOCK OUT LIGA CHAMPIONS 2007

Tantangan berat bagi tim-tim Italia setelah diumumkannya hasil undian Liga Champions 21 Desember 2007 kemarin. Dalam undian tersebut, menempatkan Juara bertahan AC Milan berhadapan dengan tim yang sedang perkasa di puncak klasemen Liga “Terbaik” di Eropa yaitu Arsenal. Dalam sejarah, Arsenal kalah mentereng dalam urusan menggapai gelar Liga Paling prestisius di Eropa tersebut. Prestasi terbaik Arsenal hanyalah menjadi Runner up Liga Champions musim 2005-2006. Namun mereka saat ini sedang on-fire. Pasukan muda mereka mampu menjinakkan liga paling “ganas” di Eropa. Namun, Milan bukannya tak punya modal penting. Mereka baru saja menjuarai FIFA Club World Cup Championship di Jepang. Yang pasti laga ini akan seru dan menjanjikan atmosfer yang panas.

Kondisi, serupa juga terjadi dengan saudara sekota Milan, yaitu Internazionale. Tim yang kini melejit sendirian di Liga Italia tersebut harus berjibaku dengan juara 5 kali sekaligus runner up Liga Champions tahun lalu. Sama dengan Arsenal, rekor Inter di Liga Champions tak sementereng lawannya. Inter “hanya” pernah juara 2 kali, itupun lebih dari 40 tahun yang lalu. Dibandingkan dengan Liverpool, Inter memang kurang jago dalam menggapai gelar Eropa, namun perlu dicatat, Inter saat ini sedang meluap kekuatannya. Hanya Fenerbahce yang mampu menjinakkan tim yang berkostum Hitam Biru tersebut. Hal ini akan menjadikan laga semakin seru dan patut untuk dinantikan. Kita tunggu, siapa yang akan lolos dalam peperangan ini. Yang jelas, tim terbaiklah yang akan lolos dari lubang jarum ini.

DRAWING BABAK KNOCKOUT (16 BESAR)

Glasgow Celtic v Barcelona
Olympique Lyon v Manchester United
Schalke 04 v Porto
Liverpool v Inter Milan
AS Roma v Real Madrid
Arsenal v AC Milan
Olympiakos v Chelsea
Fenerbahce v Sevilla

CATATAN
– Tim disebut dulu menjadi tuan rumah leg pertama
– Leg pertama digelar 19 dan 20 Februari 2008
– Leg kedua pada 4 dan 5 Maret 2008
– Khusus Inter v Liverpool (second leg) digelar 11 Maret 2008.
– Final di Stadion Luzhniki, Moskow, pada 21 Mei 2008.

ATURAN DRAWING BABAK KNOCKOUT

1. Tim dari satu negara (satu federasi sepak bola) tidak akan bertemu.
2. Juara dan runner-up penyisihan grup tidak bertemu lagi.
3. Juara penyisihan grup tidak akan bertemu sesama juara grup.
4. Runner-up penyihan grup tidak bertemu sesama runner-up.
5. Tim runner-up akan memainkan first leg lebih dulu.

Advertisements

Sungguh Sebuah Ke-ironis-an

Indonesia yang merupakan negara “terbesar” di Asia Tenggara hanya mampu mendulang 56 medali emas. Sungguh ironis sekali. Alih-alih meraih peringkat yang lebih baik, meraih target yang dicanangkan pemerintah pun tidak tercapai. Di mana sebelum pemberangkatan, Tim Indonesia ditergetkan meraih minimal 60 medali emas. walaupun target untuk menduduki peringkat empat sudah tercapai, namun ini merupakan sebuah tamparan yang sangat keras bagi Indonesia, di mana sejak Sea Games 1997 di Jakarta (kandang sendiri), Indonesia tidak pernah lagi meraih hasil cemerlang. Kini kita tidak usah menyalahkan siapapun, Pembinaan mulai jenjang sekolah dasar wajib diintensifkan. Memperbanyak turnamen mulai tingkat kota, provinsi hingga Nasional perlu digalakkan, karena dari situ akan muncul bibit-bibit baru dan pembinaan yang berkesinambungan, meski akan keluar banyak dana. Namun hasil yang dicapai tidak akan sia-sia.

klasemen.jpg

Klasemen akhir Sea Games 2007 Nakhon Ratchasima Thailand

 

 

 

 

Contoh source code gauss.c

Ini adalah contoh program eliminasi Gauss dalam bahasa C.

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <stdlib.h>
#include <math.h>

#define MAX 20

void gauss2(double a[MAX][MAX], double b[MAX], int, int, double x[MAX]);
void cetak(double a[MAX][MAX], double b[MAX], int);
void hasil(double a[MAX][MAX], double b[MAX], int);

main(){
double a[MAX][MAX], b[MAX], x[MAX];
int dimensi, baris, kolom, flag;
char z;
do{
system(“cls”);
printf(“Masukkan dimensi : “);
scanf(“%d”, &dimensi);

printf(“masukkan koefisien matriks :\n”);
for(baris=1; baris<=dimensi; baris++){
for(kolom=1; kolom<=dimensi; kolom++){
printf(“a(baris[%d],kolom[%d]) : “, baris, kolom);
scanf(“%lf”, &a[baris][kolom]);
}
}

printf(“\nmasukkan vektor hasil :\n”);
for(baris=1; baris<=dimensi; baris++){
printf(“b(baris[%d]) : “, baris);
scanf(“%lf”, &b[baris]);
}
cetak(a, b, dimensi);
printf(“\nTekan sembarang tombol untuk memulai perhitungan\n”);
getch();
gauss2(a, b, dimensi, flag, x);
if(flag!=0){
printf(“\nTekan sembarang tombol untuk memulai perhitungan nilai x\n”);
getch();
hasil(a, b, dimensi);
}
printf(“\n\nNgulangi lagi ?(y/t) >”);
z=getch();
printf(“\n\n”);
}while(z==’y’||z==’Y’);
}

void gauss2(double a[MAX][MAX], double b[MAX], int dimensi, int flag, double x[MAX]){
double pivot1, pivot2;
int pos, baris, kolom;
flag = 1;

for(pos=1; pos<=dimensi; pos++){
pivot1 = a[pos][pos];
if(pivot1 == 0){
flag=0;
printf(“pivot pada a[%d][%d] bernilai nol, tidak ada penyelesaian”, pos, pos);
break;
}
else{
for(kolom=1; kolom<=dimensi; kolom++)
a[pos][kolom]=a[pos][kolom]/pivot1;
b[pos]=b[pos]/pivot1;
cetak(a, b, dimensi);
for(baris=pos; baris<=dimensi; baris++){
if(baris+1<=dimensi){
pivot2 = a[baris+1][pos];
for(kolom=1; kolom<=dimensi; kolom++)
a[baris+1][kolom]=a[pos][kolom]*(-pivot2)+a[baris+1][kolom];
b[baris+1]=b[pos]*(-pivot2)+b[baris+1];
cetak(a, b, dimensi);
}
}
}
}
}

void cetak(double a[MAX][MAX], double b[MAX], int dimensi){
int baris, kolom;
printf(“\n”);
for(kolom=1; kolom<=dimensi; kolom++)
printf(” a%d “, kolom);
printf(” b \n”);
for(baris=1; baris<=dimensi; baris++){
for(kolom=1; kolom<=dimensi; kolom++)
printf(“%6.2lf”, a[baris][kolom]);
printf(“%6.2lf\n”, b[baris]);
}
}

void hasil(double a[MAX][MAX], double b[MAX], int dimensi){
int pos, kolom, i;
double x[MAX], temp;
x[dimensi]=b[dimensi]/a[dimensi][dimensi];

for (pos=dimensi-1;pos>=1;pos–){
temp=b[pos];
for(kolom=pos+1;kolom<=dimensi;kolom++)
temp=temp-a[pos][kolom]*x[kolom];
x[pos]=temp/a[pos][pos];
}
printf(“\n\nHASILNYA ADALAH\n”);
printf(“——————————\n”);
printf(“| I | X(I) |\n”);
printf(“——————————\n”);
for (i=1;i<=dimensi;i++)
{
printf(“|”);
printf(“%5d”, i);
printf(“\t |”);
printf(“%15lf |\n”, x[i]);
}
printf(“——————————\n”);
}

Berikut adalah hasil compile-annya.

gauss1.jpggauss2.jpg

Contoh source code forklift.c

Berikut ini adalah contoh source code untuk penyelesain algoritma forklift menggunakan C.

#include <stdio.h>
#include <conio.h>

void cariterbesar(int input[], int, int, int kanan[]);
void pindahkan(int input[], int, int, int, int kanan[]);

int main(){
int indeks=0, a, i, j, k, banyak, input[20], terbesar, ke, kanan[20];

printf(“Berapa Inputan : “);
scanf(“%d”, &banyak);
printf(“Masukkan inputan satu persatu : \n”);
for(i=0; i<banyak; i++){
printf(“Input ke %d : “, i+1);
scanf(“%d”, &input[i]);
}

printf(“\nInput :”);
for(i=0; i<banyak; i++){
printf(“%d “, input[i]);
}

cariterbesar(input, banyak, indeks, kanan);

getch();
return 0;
}

void cariterbesar(int input[], int banyak, int indeks, int kanan[]){
int j, terbesar, ke;
terbesar = input[0];
for(j=0; j<banyak; j++)
if(input[j]>=terbesar){
terbesar=input[j];
ke = j;
}

//printf(“\nTerbesar input ke %d : %d\n”, ke+1, terbesar);
pindahkan(input, ke, banyak, indeks, kanan);
}

void pindahkan(int input[], int ke, int banyak, int indeks, int kanan[]){
int y=0, l=0, w=0;

int baru = banyak;
int bykkn = banyak-ke;

printf(“\n\t\t==> “);
while(w<bykkn){
kanan[indeks+w]=input[ke+w];
printf(“%d “, kanan[indeks+w]);
w++;
}
printf(“==>”);

printf(“\n\t\t\t\thasil pindahan :”);
for(int x=0; x<indeks; x++)
printf(“%d “, kanan[x]);

while(y<bykkn){
kanan[indeks+y]=input[ke+y];
printf(“%d “, kanan[indeks+y]);
y++;
}

baru = baru-1;

while(l<baru){
input[l+ke]=input[l+ke+1];
l++;
}

printf(“\n\t\t<== “);
for(int t=ke; t<baru; t++){
printf(“%d “, input[t]);
}
printf(“<==”);

if(baru>0){
printf(“\nInput :”);
}

for(int i=0; i<baru; i++){
printf(“%d “, input[i]);
}

if(baru!=0){
indeks++;
cariterbesar(input, baru, indeks, kanan);
}
}

Berikut ini adalah hasil compile-annya

compile1.jpg

Design jaket IBS

Desain jaket IBS yang akan segera dilaunching seperti berikut ini

hitam-depan2rev-kecil.jpg

hitam-belakang2-kecil.jpg

ini untuk yang sisi hitam, sementara yang sisi krem adalah sebagai berikut…

krem-depan2-kecil.jpg

krem-belakang2rev-kecil.jpg

Ini contoh desainnya. kain yang krem menggunakan kain alonso (atau yang biasa dikenal kain jas) sementara yang hitam mengguunakan bahan nylon. Di bagian depan terdapat logo IBS sementara di belakang terdapat logo ITS.

Mas Rile Telah menikah dengan tenang

Seperti yang telah diperbincangkan sebelumnya, bahwa Mas Rile yang telah lama membujang, kini telah menikah. Tentunya hal ini mengejutkan banyak pihak. Dan semua bertanya-tanya, kapan dan di mana Mas Rile menikah. Juga tentunya dengan siapa dia menikah.

untitled.jpg

Tapi ternyata……..

ternyata…..

wkwkwkwkw…

Dalam dongeng wkwkwkwkw…….

Tabah dan Sabar

Entah kenapa hari-hari ini aq kq jadi suntuk untuk nglewatinnya. Hari-hari penuh dengan “mimpi-mimpi buruk”. Bukan mimpi buruk dalam tidur, melainkan sesuatu yang kurang kuharapkan terus-menerus datang bertubi-tubi tanpa ada henti-hentinya. Energiq kini mulai terkuras, dan terus terkuras. Aq tidak akan pernah bisa menghindar dari hal-hal semacam itu. Dunia penuh dengan tantangan dan cobaan. Mungkin ini memang salahq juga, atau memang hari-hari ini aq diberi cobaan agar tabah dan sabar menghadapi semua itu. Aq ini memang belum menjadi seorang dewasa yang sesungguhnya. Kuharapkan semua ini akan semakin membuatq lebih belajar akan arti kehidupan. Lebih bisa menguasai diri dan lebih peka dengan keadaan lingkungan. Aku selalu berharap hal-hal menyenangkan akan datang kepadaku disaat semua mimpi burukq datang namun aku mungkin, sekali lagi mungkin belum bisa mendapatkan hal itu. Namun sejauh ini, aq belum mendapatkan sesuatu yang membahagiakan tersebut. Ketika kebahagiaan muncul, akan segera datang mempi-mimpi buruk tersebut. Apa aq ini sedang terkena sindrom dejavu. Ato aq ini sedang mengalami gejala….. Ato aq emang belum mampu unutk menghadapi semua itu, sehingga aq merasa berat untuk melaluinya. Entahlah, yang jelas, sekarang aq akan berusaha bangkit. Aq akan menghadapi mimpi-mimpi buruk tersebut dengan jantan.

<ini adalah sepenggal kisah yang kini sedang kuhadapi>